Home » Uncategorized » Nasa Memiliki Misi untuk Pelajari Dampak Cuaca Luar Angkasa di Bumi

Nasa Memiliki Misi untuk Pelajari Dampak Cuaca Luar Angkasa di Bumi

NASA atau National Aeronautics and Space Administration merupakan Badan Penerbangan dan Antariksa, lembaga pemerintah milik Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas program luar angkasa Amerika Serikat dan penelitian umum luar angkasa jangka panjang.

Organisasi ini bertanggung jawab atas program penelitian luar angkasa bagi masyarakat sipil, aeronautika, dan program kedirgantaraan.

Misi Baru NASA: Mempelajuari Dampak Cuaca Luar Angkasa di Bumi

NASA akan mempelajari dampak cuaca luar angkasa di Bumi. Mereka memiliki lima proposal misi yang bertujuan untuk mempelajari sifat dinamis dari matahari dan perubahan lingkungan ruang angkasa.

Proposal misi yang dimiliki mencakup analisis atmosfer matahari dan daerah kutub yang tak terlihat. Informasi yang didapat nantinya akan membantu memahami bagaimana cuaca luar angkasa memengaruhi satelit di orbit, yang menyediakan navigasi dan komunikasi.

Selain itu, dapat memahami teknologi di Bumi, seperti pembangkit listrik dan kesehatan astronot dalam perjalanan antarplanet.

“Kami terus mencari misi yang menggunakan teknologi mutakhir dan pendekatan baru untuk mendorong batas-batas sains,” kata Thomas Zurbuchen, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains NASA di Washington.

Zurbuchen menjelaskan masing-masing proposal ini Slot Online Gampang Menang menawarkan kesempatan untuk mengamati sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

Atau untuk memberikan wawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang bidang penelitian utama, semuanya untuk melanjutkan eksplorasi alam semesta tempat kita tinggal, kata dia.

Ada 5 proposal misi untuk mempelajari lingkungan ruang angkasa itu, yaitu:

1.Solar-Terrestrial Observer for the Response of the Magnetosphere (STORM)

STORM untuk pertama kalinya akan memberikan pandangan global dari sistem cuaca antariksa kita yang luas, di mana aliran konstan partikel dari Matahari yang dikenal sebagai angin matahari berinteraksi dengan sistem medan magnet bumi, yang disebut magnetosfer.

Studi ini akan membantu menguraikan bagaimana fenomena cuaca antariksa beredar di sekitar planet Bumi.

2.Multi-slit Solar Explorer (MUSE)

MUSE akan memberikan pengamatan irama tinggi tentang mekanisme yang menggerakkan serangkaian proses dan peristiwa di atmosfer Matahari, korona.

Dalam hal ini termasuk apa yang mendorong letusan matahari seperti semburan api matahari, serta apa yang memanaskan korona hingga suhu yang jauh di atas suhu permukaan matahari.

3.Solaris: Revealing the Mysteries of the Sun’s Poles

Solaris akan menjawab pertanyaan mendasar tentang fisika matahari dan bintang yang hanya dapat dijawab dengan melihat kutub Matahari.

Misi ini akan mengamati tiga rotasi matahari di atas setiap kutub matahari untuk memperoleh pengamatan cahaya, medan magnet, dan pergerakan di permukaan matahari, fotosfer.

4.HelioSwarm: The Nature of Turbulence in Space Plasmas

Sementara itu, HelioSwarm akan mengamati angin matahari pada skala yang luas untuk menentukan proses fisika ruang angkasa, fundamental yang mengarahkan energi dari gerakan skala besar untuk mengalir ke skala yang lebih halus. mulai dari pergerakan partikel dalam plasma yang mengisi ruang, sebuah proses yang mengarah pada pemanasan plasma tersebut.

5.Auroral Reconstruction CubeSwarm (ARCS)

ARCS akan mengeksplorasi proses yang berkontribusi pada aurora pada skala ukuran yang jarang dipelajari.

Pada skala menengah antara fenomena lokal yang lebih kecil yang mengarah langsung ke aurora yang terlihat dan yang lebih besar, dinamika global dari sistem cuaca ruang angkasa yang mengalir melalui ionosfer dan termosfer.

Menambahkan informasi penting untuk memahami fisika di perbatasan antara atmosfer dan ruang angkasa kita, pengamatan ini akan memberikan wawasan tentang seluruh sistem magnetosfer yang mengelilingi Bumi.


Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *