Luhut Khawatir Kasus Covid-19 Semakin Melonjak Akibat Cuaca Ekstrem

| | 0 Comments

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar Kementrian Kesehatan mewaspadai perubahan cuaca yang bisa menggagu penanganan pasien Covid-19.

Ia khawatir akan ada kluster baru dalam penyebaran virus corona yang diakibatkan oleh perubahan cuaca ekstrem.

Luhut Khawatir Kasus Covid-19 Semakin Melonjak Akibat Cuaca Ekstrem

“Tiga bulan ke depan kita harus bersiap dengan perubahan cuaca yang ekstrim, ditakutkan akan timbul klaster baru karena faktor tersebut.” Kata Luhut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) virtual tentang penanganan Covid-19 di Wisma Atlet, Jakarta Pusat.

Selain kemetrian kesehatan, Luhut juga meminta jajaran RS Darurat Wisma Atlet untuk siaga dan bersiap. Sebab perubahan cuaca ini bisa menimbulkan penyakit demam berdarah (DBD) yang disebut memiliki gejala yang mirip dengan pasien terjangkit virus corona.

“Kita harus mampu mengakomodir keduanya juga, jangan sampai satu orang terjangkit keduanya” kata Luhut.

Selain memperingatkan tentang sistematika pencegaha tersebut, ia mengingatkan kepada Wisma Atlet untuk terus menjaga kedisiplinan mereka yang sudah baik. Alasannya, banyak pasien yang sembuh setelah menjalani perawatan di RSD Wisma Atlet.

“Angka kesembuhan yang tinggi di wisam atlet ini harus dipertahankan, juga bisa menjadi rujukan bagi RS lainnya.” Katanya mengakhiri.

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan agar perusahaan farmasi tidak memasang harga tinggi pada produk obat Covid-19.

“Kalbe Farma, Bio Farma, Indofarma dan perusahaan farmasi lainnya saya minta jangan buat harga yang terlalu tinggi,” kata Luhut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Ketersediaan dan Kewajaran Harga Obat/Farmasi untuk Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini meminta harga obat tersebut dijual dengan harga wajar dan mengedepankan aspek kemanusiaan.

Apalagi saat ini kondisi ekonomi masyarakat sedang mengalami kesulitan sebagai dampak dari penyebaran virus corona.

Pemerintah telah mengumpulkan data mengenai harga obat Covid-19 berbasis Free on Board. Saat ini Luhut telah mengantongi harga barang produk tersebut dari negara-negara eksportir seperti India, Tiongkok, dan Jerman.

“Database ini akan digunakan untuk mengevaluasi kewajaran harga obat-obatan Covid-19 yang ada di pasar,” kata dia.

Dalam hal ini, Luhut memerintahkan langsung Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto untuk mengawasi penjualan obat Covid-19 dengan ketat.

“Saya minta pak Terawan untuk mengawasi secara ketat hal ini.” Sambung Luhut. Kebijakan ini sangat perlu dilakukan.

Khususnya untuk obat-obatan yang bahan bakunya masih diimpor dari luar negeri atau obat yang masih belum mampu diproduksi dalam negeri.

Ia meminta Kementrian Kesehatan untuk mengecek kembali harga di pasaran. Termasuk mendata jenis obat yang bisa segera diproduksi dalam negeri.

Kementrian Kesehatan juga harus memastikan ketersediaan obat-obatan tersebut paling tidak hingga akhir tahun ini.

Sebab, laporan yang diterima oleh Luhut, masih ditemukan beberapa rumah sakit yang mengalami kesulitan untuk memperoleh Favipiravir, Remdesivir, dan Actemra.

“Saya ingin agar kelangkaan ini bisa segera diselesaikan. Saya akan cek secara regular terkait hal ini, pokoknya jangan sampai ada orang mati karena tidak memperoleh obat tepat waktu” katanya.

Selain itu, ia juga meminta Kementrian BUMN ikut memastikan ketersediaan obat-obatan untuk pasien terjangkit virus corona.

Ia tak mau lagi ada masalah pemesanan ganda. Ia mengingatkan agar kementrian BUMN ikut melakukan sinkroniasi kebijakan pemesanan obat antara pemerintah pusat dan daerah.

“Saya melihat Kemenkes sudah mengalokasikan anggaran untuk ini, namun pemerintah daerah melalui APBD juga menganggarkan. karena itu, perlu ada sinkronisasi anggaran antara pusat dan daerah dalam pengadaan obat ini.” Kata Luhut mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *