BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Selama Pancaroba

| | 0 Comments

Pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim utama di daerah iklim muson, yaitu di antara musim penghujan dan musim kemarau.

Pancaroba antara musim penghujan dan musim kemarau biasa terjadi pada bulan Maret dan April dan disebut sebagai mangsa (musim) marèng.

Sementara pancaroba antara musim kemarau dan musim penghujan biasa terjadi pada bulan Oktober hingga Desember dan disebut mangsa labuh.

Masa pancaroba biasa ditandai dengan frekuensi tinggi badai, hujan yang sangat deras/lebat yang disertai petir, guntur dan angin kencang.

Pada masa pancaroba biasanya frekuensi orang yang menderita penyakit saluran pernapasan atas, seperti flu, pilek atau batuk, relatif meningkat. Masa ini juga banyak ditandai dengan perilaku khas beberapa hewan dan tumbuhan.

Waspada Cuaca Ekstrem Selama Pancaroba

Pada tanggal 21 September 2020 telah terjadi banjir bandang di wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi yang diakibatkan oleh kejadian hujan lebat.

Curah hujan intensitas tinggi hingga 110 mm dalam periode 4 jam (15.00-19.00 WIB) teramati di Citeko. Hujan lebat ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang labil dan diperkuat dengan adanya fenomena gelombang Rossby ekuatorial serta adanya daerah pertemuan angin (konvergensi).

Kombinasi dari ketiga fenomena atmosfer ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Jawa Barat.

Terkait kejadian tersebut, BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem skala waktu 3 jam-an untuk wilayah Jawa Barat sebelum terjadinya banjir bandang pada tanggal 21 September 2020 sebanyak 5 kali mulai dari jam 13.45 WIB hingga 22.50 WIB.

Potensi hujan lebat yang terjadi pada siang/sore di wilayah Bogor tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan potensi luapan air di sekitar daerah aliran sungai Ciliwung, sehingga masyarakat dihimbau untuk mewaspadai potensi genangan.

BMKG telah mengeluarkan informasi prakiraan awal musim hujan tahun 2020, dimana diprediksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode awal musim hujan mulai akhir bulan Oktober-Nopember 2020.

Selama bulan September-Oktober ini, periode peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke penghujan masih berlangsung di beberapa wilayah Indonesia, dimana kondisi hujan tidak merata dapat terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat.

Pada masa peralihan musim ini, perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, bahkan fenomena hujan es.

BMKG memprediksikan dalam periode sepekan ke depan, hujan dengan INTENSITAS LEBAT yang dapat disertai kilat/petir berpotensi terjadi di wilayah sebagai berikut:

Periode 22-24 September 2020:

  • Aceh,
  • Sumatera Utara,
  • Sumatera Barat,
  • Riau,
  • Jambi,
  • Sumatera Selatan,
  • Lampung,
  • Jawa Barat,
  • Jawa Tengah,
  • Jawa Timur,
  • Kalimantan Barat,
  • Kalimantan Tengah,
  • Kalimantan Timur,
  • Kalimantan Selatan,
  • Kalimantan Utara,
  • Sulawesi Utara,
  • Gorontalo,
  • Sulawesi Tengah,
  • Sulawesi Barat,
  • Sulawesi Selatan,
  • Maluku,
  • Maluku Utara,
  • Papua Barat, dan
  • Papua.

Periode 25-28 September 2020:

  • Aceh,
  • Sumatera Utara,
  • Sumatera Barat,
  • Riau,
  • Jambi,
  • Sumatera Selatan,
  • Bengkulu,
  • Kep. Bangka Belitung,
  • Lampung,
  • Banten,
  • Jawa Barat,
  • Jawa Tengah,
  • Kalimantan Barat,
  • Kalimantan Tengah,
  • Kalimantan Timur,
  • Kalimantan Utara,
  • Sulawesi Utara,
  • Gorontalo,
  • Sulawesi Tengah,
  • Sulawesi Barat,
  • Sulawesi Selatan,
  • Sulawesi Tenggara,
  • Maluku,
  • Maluku Utara,
  • Papua Barat, dan
  • Papua.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll.) dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *