Jenis Cuaca dan Iklim di Dunia

| | 0 Comments

Cuaca dan iklim di setiap daerah pasti berbeda. Masing-masing lokasi juga tergantung pada jangka periode tertentu pula.

Transformasi kodisi udara di sekeliling kita dipengaruhi oleh musim yang berubah dalam bulan tertentu per tahunnya. Ilmu yang mengkaji cuaca adalah meteorology.

Jenis-Jenis Cuaca dan Iklim Yang Harus Kamu Tahu

Cuaca adalah keadaan udara di suatu wilayah tertentu dalam waktu yang relative singkat. Cuaca juga bisa diartikan Sebagai kondisi udara harian di lokasi tertentu dan berubah setiap hari.

Ada beberapa elemen atau komponen yang mempengaruhi kondisi cuaca, yaitu suhu lingkungan, angina, tekanan udara, kelembaban, hujan serta curah hujan, sinar matahari, dan awan serta penguapan.

Ada beberapa jenis cuaca yang ada di bumi ini. Untuk lebih memahaminya, yuk simak di bawah ini.

1.Cuaca Cerah

Cuara cemerlang adalah matahari bersinar jernih dan udara terasa segar atau tidak begitu terasa panas.

Pada dasarnya, hujan tidak akan turun saat cuaca benderang. Angina bertiup semilir. Saat siang hari, terlihat awan yang bertumpuk tipis seperti kapas yang berwarna putih bersih.

Saat matahari muncul dan tenggelam, tampak warna merah dan kuning cerah. Saat malam hari, tampat bintang tersebar di langit.

2.Cuaca Panas

Udara akan terasa kering saat cuaca kering. Alasan yang menimbulkan cuaca kering adalah sinar matahari.

Saat tengah hari, cahaya matahari jauh tegak lurus ke bumi sehingga terasa kering menusuk. Ketinggian juga memicu udara di suatu daerah terasa panas.

Semakin tinggi suatu daerah, temperature udaranya semakin turun. Inilah kenapa temperature di lokasi landau terasa panas namun di gunung terasa dingin.

3.Cuaca Berawan

Saat langit memperlihatkan beberapa awan, kondisi ini dinamakan mendung. Cahaya matahari tidak terasa panas karena terhalang oleh awan.

Sejumlah awan bisa bergerombol sehingga awan akan menjadi besar. Awan besar itu bisa berubah menjadi mendung. Jika posisi di sekelilingnya mendukung, mendung akan berubah menjadi hujan.

4.Cuaca Sejuk

Suatu daerah bisa mengalami cuaca sejuk apabila humiditas udara tinggi, angina bertiup cepat, dan suhu udara rendah.

5.Cuaca Hujan

Hujan bersumber dari udara yang mengandung uap api. Uap air terbentuk karena adanya pemanasan matahari terhadap air di permukaan bumi seperti air kolam, air danai, air laut, dan ai sungai.

Udara tersebut lalu naik ke atas dan menciptakan awan. Semakin ke atas, suhu uap air menjadi semakin merosot.

Saat menjangkau temperature tertentu, uap air akan mengembun menjadi titik-titik air. Titik-titik air berubah menjadi tetesan air. Semakin lama tetes-tetes air, semakin berat dan kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.

Hujan yang turun dengan lebat biasanya disertai angina kencang, yaitu angin yang disertaiguruh dan kilat. Badai bisa menimbulkan keburukan fatal di bumi.

6.Cuaca Berangin

Angin bergerak kuat sehingga melarikan benda-benda ringan yang dilaluinya. Jika angin bergerak sangat lebat, pohon dan wisma bisa ambruk. Kecepatan angina sendiri bisa diukur dengan anemometer.

Pada cuaca berangin, langit pada umumnya sedikit berawan dan suhu udara rendah. Suasana cuaca biasanya dianalogikan menggunakan simbol-simbol cuaca.

Cuaca dipengaruhi oleh semua fenomena dan elemen yang terjadi di atmosfer bumi. Banyak yang menyamakan cuaca dengan iklim, namun kenyataannya mereka berbeda. Iklim adalah kondisi cuaca rata-rata dengan waktu yang lebih lama dan daerah yang lebih luas.

Itulah penjelasan dari jenis-jenis cuaca yang ada di bumi ini khususnya Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *